Hidup itu...

Hidup sebaiknya tak hanya minum air, bolehlah kita minum yang lebih manis..

hmmmm

hmmmm

Masa muda masa yang bergelora

hahhh„tiba-tiba kangen momen seperti ini
Pantai Drini, Yogyakarta

hahhh„tiba-tiba kangen momen seperti ini

Pantai Drini, Yogyakarta

Hidupmu terlalu dangkal saat lebih memilih twitter (dan socmed lainnya) untuk curhat tentang masalahmu dibanding sahabatmu sendiri
Kecak Dance while sunset„ sweet
Uluwatu, Bali, Indonesia

Kecak Dance while sunset„ sweet

Uluwatu, Bali, Indonesia

beauty is only temporary, but your mind lasts you a lifetime
Alicia Machado
ebony and ivory live together in perfect harmony side by side on my piano keyboard, oh Lord why don’t we?
Paul McCartney - Ebony and Ivory

lanakelana replied to your photo: Suatu malam di Semarang

Aaaaaaa…. Keduluan!!! Meh ngpost ini juga padahaaal…. Hahahaha… =b

heheh„maaf saya duluan :p

Suatu malam di Semarang

Suatu malam di Semarang

Air yang kupukul memercik ke arahku sendiri (cerita fiksi)

Pada suatu ketika, aku pernah tersakiti oleh orang lain. Dia membuat segalanya terasa seperti inilah kehancuran duniaku. Aku benci, aku marah, aku mengutukinya. Segala sumpah serapah aku keluarkan. Kenapa? Karena dia merebut kekasihku, duniaku.

Aku pikir kekasihku adalah sempurna, dia tidak akan berpaling jika orang itu tidak menggodanya. Aku sudah buta. Pasti dialah iblis yang menjerumuskan kekasihku ke arah yang salah, mengkhianatiku. Pasti dia, pasti karena dia. Aku buta, aku terbutakan oleh cinta. Walaupun pada kenyataannya memang kekasihku yang punya sifat penggoda, tapi bagiku dialah yang salah, si perebut kekasih orang.

Orang ketiga, ya orang ketiga. Aku benci semua yang mengacau hubungan orang lain. Apalagi dia yang telah merusak hubungan kami. Tak akan pernah kumaafkan kesalahannya, tak akan pernah. Dia, sekali lagi dia… Dan aku takkan pernah jadi orang ketiga, tak akan pernah!!!

Kini, aku menjalin rasa, bahkan mulai menguntai benang-benang cinta dengan seseorang yang baru dalam kehidupanku. Aku cinta dia, dengan penuh kesadaran, dengan sepenuh hati, dengan sepenuh jiwa dan raga. Hei kamu telah membuatku jatuh cinta… Dan aku yakin kamu merasakan hal yang sama denganku, aku yakin kamu mencintaiku, aku tahu itu.

Pesona atau entah apa yang membuatku mencintainya. Atau aku mulai mengidap penyakit lama, buta. Lagi-lagi buta? Karena sesungguhnya dia sudah memiliki cinta yang lain, dia sudah mempunyai kekasih. Mungkin cintaku kali ini adalah bara yang tertutup abu. Dari luar seperti sisa pembakaran, terlihat abu-abu dan dingin, tetapi di dalamnya masih terdapat bara yang menyala, merah panas membakar. Dan aku menggenggamnya. Kali ini akulah yang menjadi orang ketiga.

Lalu sekarang jika aku bisa berpikir dengan seksama. Apa bedanya aku dengan orang yang dulu telah merebut kekasihku? Orang yang ku maki dengan serendah-rendahnya makian. Dengan sekasar-kasarnya sebutan. Binatang jalang. Sekarang aku di posisi yang sama.

Apa aku salah ketika aku mencintai seseorang, ketika kemudian hari kutahu dia punya cinta lain?Apakah aku salah jika aku merasa senang ketika dia akhirnya memilihku bukan orang yang telah lebih dulu dia cintai? Memang rumit. Jika akhirnya dia memilihku ada hati yang akan terluka, dan aku pernah merasakan itu ketika kekasihku lebih memilih orang lain. Sungguh menyakitkan. Sangat, sangat menyakitkan. Apa sekarang aku akan mermberikan rasa sakit yang sama kepada orang lain, yang saat ini sama-sama mencintai orang yang sama denganku? Sungguh nista.

Ironi ini berputar, dulu aku membenci orang yang menjadi orang ketiga sedangkan sekarang aku bangga merebut kekasih orang. Aku yang salah atau dia yang telah menggodaku? Atau akulah sebenarnya sang penggoda itu?

Cinta pertamaku mengkhianatiku demi orang lain, kini cinta keduaku aku harap dia mengkhianati kekasihnya demi aku. Haha aku sudah gila…

Jika aku masih bisa berpikir, jika dia adalah orang yang setia tak mungkinlah dia menggodaku.
Jika aku masih bisa berpikir, jika dia adalah orang yang benar-benar baik, tak mungkinlah dia menyakiti hati manusia.
Jika aku masih bisa berpikir, jika dia adalah orang yang pantas aku cintai, tak mungkinlah dia mempermainkan perasaanku dan perasaan orang lain.
Jika aku masih berpikir…. Sesungguhnya aku juga termasuk golongan orang-orang yang hina

Sadarlah, sadarkan aku…